Tag Archive: KATASTROPIK


Iklan

Andi Arief: Banyak pertanyaan kepada saya apakah Hipotesa adanya bangunan di bawah situs Gunung Padang sudah terbukti? Apakah Luasan situs jauh berlipat dari Candi Borobudur? Apakah Hipotesa ruangan, cawan raksasa serta anomali magnetik / teknologi yang tinggi dibeberapa zone teras juga terbukti.

Pertanyaan ini sedang ditunggu-tunggu jawabannya. kami memahami karena usia situs bawah permukaan berdasarkan uji carbon dating di Batan maupun Lab Beta Miami menunjukkan umur tua dari 600 SM, 9500 SM sampai minimal 25000 SM. Pertayaan selanjutnya di jaman peradaban manusia yang mana bangunan ini di bangun?

Saya akan menjawab pertanyaan yang pertama: Tim Terpadu Riset Mandiri menyatakan hipotesa adanya bangunan di bawah permukaan situs Gunung Padang sudah berhasil dibuktikan secara scientific, melalui coring dan eskavasi mengikuti hasil pemindaian Tim sudah merekam dan mendapatkan Hard fact arkeologisnya. Baca lebih lanjut

AKAN SEGERA DIPUBLIKASIKAN MAHA KARYA AGUNG LELUHUR KITA “SITUS GUNUNG PADANG DI BAWAH TIMBUNAN”

1. azd1 Baca lebih lanjut

gp4Ada yang baru dari hasil eskavasi di Gunung Padang, Cianjur, Jawa Barat. Ternyata ada struktur menarik di situs megalitikum itu. Di lapisan bawah tanah, di kedalaman 4,5 meter ditemukan teknologi unik.

“Di antara struktur tersebut ditemukan pecahan logam besi sepanjang 10 centimeter. Selain itu di antara batu-batu terdapat lapisan semen purba yang berfungsi sebagai perekat,” jelas Ketua Masyarakat Arkeologi Indonesia (MARI) Ali Akbar yang juga ketua tim terpadu mandiri saat berbincang, Senin (1/4/2013).

Jadi, lanjut Akbar, pembangunan itu diduga dilakukan oleh beberapa generasi. Karena setelah teknik dengan semen dan pecahan logam besi, pembangunan setelahnya hanya batu yang ditumpuk. Hal itu bisa dilihat dari hasil dating carbon yang dilakukan. Baca lebih lanjut

MAKALAH TERBUKA KEMAJUAN RISET DI GUNUNG PADANG

LAPORAN SINGKAT TIM PENELITI MANDIRI TERPADU

( 31 MARET 2013 )

SITUS GUNUNG PADANG BUKTI MAHAKARYA ARSITEKTUR PURBA DARI PERADABAN HILANG

PRA-10.000 TAHUN LALU

Disusun oleh:

Danny H. Natawidjaja (Koordinator) dan Tim Peneliti Mandiri Terpadu G.Padang

Dalam bulan Maret tahun ini Tim Peneliti Mandiri Terpadu kembali menggelar survey di Gunung Padang. Kali ini Tim melakukan melakukan penggalian arkeologi dan survey geolistrik sangat detil DI sekitar penggalian pada lereng timur bukit di luar pagar situs cagar budaya.

Tim arkeologi yang dipimpin oleh DR. Ali Akbar dari Universitas Indonesia dalam penggaliannya menemukan bukti yang mengkonfirmasi hipotesa tim bahwa di bawah tanah Gunung Padang terdapat struktur bangunan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu kolom andesit, sama seperti struktur teras batu yang sudah tersingkap dan dijadikan situs budaya di atas bukit. Terlihat di kotak gali bahwa permukaan fitur susunan batu kolom andesit ini sekarang sudah tertimbun oleh lapisan tanah setebal setengah sampai dua meter yang bercampur dengan bongkahan pecahan batu kolom andesit (Gambar 1).

gp1

Batu-batu kolom andesit disusun dengan posisi mendekati horisontal dengan arah memanjang hampir barat-timur (sekitar 70 derajat dari utara ke timur – N 70 E), sama dengan arah susunan batu kolom di dinding timur-barat teras satu dan undak lereng terjal yang menghubungkan teras satu dengan teras dua. Dari posisi horisontal batu-batu kolom andesit dan arah lapisannya, dapat disimpulkan dengan pasti bahwa batu-batu kolom atau “columnar joints” ini bukan dalam kondisi alamiah. Batu-batu kolom yang merupakan hasil pendinginan dan pelapukan batuan lava/intrusi vulkanis di alam arah memanjang kolomnya akan tegak lurus terhadap arah lapisan atau aliran seperti banyak ditemukan dibanyak tempat di dunia. Kenampakan susunan batu-kolom yang terkuak di kotak gali memang terlihat luarbiasa rapih seperti layaknya kondisi alami saja (contoh di Gambar 3). Sehingga tidak heran apabila di penghujung tahun 2012 ada tim arkeolog lain yang bekerja terpisah dan sudah ikut menggali di sini menyimpulkan bahwa batu-batu kolom andesit di bawah tanah ini merupakan sumber batuan alamiahnya; mungkin karena mereka belum mempertimbangkan aspek geologinya dengan lengkap dan juga tidak mengetahui data struktur bawah permukaan seperti diperlihatkan oleh hasil survey geolistrik. Baca lebih lanjut

aza1Selama penelitian situs Gunung Padang berlangsung, temuan-temuan Tim Terpadu Riset Mandiri tak sedikit disangsikan oleh sebagian pihak. Beberapa pihak menyatakan di bawah tanah Gunung Padang tidak ada struktur buatan manusia. Di bawah tanah Gunung Padang terdiri atas columnar joint alami yang juga menjadi sumber bahan situs ini. Skeptisme itu wajar dan sekarang terjawab. Baca lebih lanjut

metalurgi 1Sebulan terakhir, tim arkeologi yang dipimpin DR Ali Akbar setidaknya menemukan dua hal yang cukup mengagetkan. Pertama,sebulan lalu ditemukan logam Ukuran panjang 10 cm, berkarat, logam itu ditemukan di lereng timur kedalaman 1 meter. Kedua, sepuluh hari lalu ditemukannya semen atau perekat purba di sambungan antar batu juga di lereng timur.
Menindak lanjuti temuan logam itu, tim arkeologi mengecek kandungannya ke labaratorium Metalurgi dan Mineral FTUI (terlampir). Baca lebih lanjut

gunung padangMisteri Gunung Padang perlahan mulai terkuak. Arkeolog Ali Akbar dari Tim Terpadu Riset Mandiri yang melakukan penggalian di kawasan itu menemukan logam. Ini merupakan hal baru. Diduga logam itu sebagai alat pemotong batu di kawasan itu.

“Penelitian di sisi barat dekat dengan teras 1 memperoleh temuan berupa sepotong logam. Logam tersebut bentuknya tidak utuh lagi dan berkarat. Panjang logam ini 7,5 Cm dengan tebal 0,5 Cm. Lebar terlebar 1,8 Cm dan di terdapat bagian yang lebarnya 1 Cm,” kata Ali Akbar dalam keterangannya, Rabu (6/3/2013).

Logam yang ditemukan itu, meskipun tidak utuh, namun melihat bentuknya, kemungkinan alat ini merupakan alat potong. “Bagian bilah atau pemotong berukuran lebar minimal 1,8 Cm. Alat ini kemungkinan mempunyai gagang yang lebarnya minimal 1 Cm,” imbuh Ali.

Ali juga menjelaskan, terdapat kemungkinan bagian gagang tersebut dilapisi lagi, misalnya jika membandingkan dengan pahat atau pisau masa kini, maka bagian gagang dilapisi kayu sebagai bagian pegangan alat potong. Baca lebih lanjut

Berikut Ini Kesimpulan Pertemuan Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang Di kantor SKP-BSB, Tanggal 18 Desember 2012

Rapat Tim Terpadu Riset Mandiri Gunung Padang di Kantor SKP-BSB, Tanggal 18 - 12 - 2012.
Dari pk 19.00 sampai pk 00.00 WIB, tim terpadu riset mandiri yang dihadiri tim geologi, tim sipil/arsitektur,tim arkeologi, tim petrografi, tim kompleksitas, tim astronomi, tim Ilmu Budaya memaparkan dan mendiskusikan temuan2 riset dan langkah2 ke depan. Tim Geologi sudah 99 persen memiliki data lengkap geolistrik dan alat bantu geofisika lainnya, ditambah pemetaan satelit/foto IFSAR, kountur dan DEM. Dari hasil itu ditambah pembuktian di beberapa titik bor sampling serta analisa petrografi secara scientific bisa disimpulkan memang ada man made structure di bawah permukaan situs gunung padang.

Bangunan di bawah permukaan ini juga dipastikan memiliki chamber dan bentuk-bentuk struktur lain (dugaan goa atau lorong), serta kecenderungan adanya anomali magnetik di berbagai lintasan alat geofisika. Temuan ini makin diperkuat dengan temuan Tim arkeologi yang berhasil menemukan artefak2 di barat dan timur bangunan gunung padang terutama di luar situs. Bahkan temuan awal batu melengkung di timur dipertunjukan yang kuat diduga sebagai “pintu”. Temuan arkeologi ini temuan terbaru sejak situs ini ditemukan.

Ini temuan yang luar biasa. Tim sipil/arsitektur sudah sampai tahap maju, selain memaparkan berbagai jenis potongan batu (yang menunjukkan campur tangan manusia dan teknologi masa itu), juga memaparkan luasan situs yang jauh lebih besar dari yang ada sekarang. Tim ini sudah menemukan struktur yang hampir mirip dengan temuan di sumba Nusa Tenggara. Sebelumnya Tim arsitektur menemukan kemiripan yang sama dengan piramida Machupichu Mexico.

Dalam waktu dekat struktur imaginer yang lebih detail akan dibuat berdasarkan perbandingan yang ada. Sementara Tim astronomi akan menyelesaikan temuan timeline tahun pembuatan yang bisa secara scientific dilakukan di luar hasil carbon dating yang sudah dilakukan sampai validasi di dua lab yaitu lab Batan dan Lab Miami Florida.

Apa yang akan dilakukan Ke depan? Semua tim terus bekerja dengan titik konsentrasi di lokasi yang berada di luar situs. Tim arkeologi menjadi terdepan membuka “pintu peradaban” leluhur kita yang sangat luar biasa ini. Adapun bentuk dan isi di dalamnya akan secara otomatis terkuak. Kita berharap kelanjutan riset ini berjalan lancar, dan akan selalu akan diumumkan terbuka kepada masyarakat.

Kami menyadari riset ini bukan hanya milik peneliti tetapi milik masyarakat luas. Kita berharap tidak berhenti pada terbukanya pintu peradaban saja, lebih dari itu ditemukan sesuatu yang bermanfaat dan dirasakan langsung oleh rakyat, ada dampaknya buat kesejahteraan rakyat masa kini dan masa depan. Sesegera mungkin semua terjawab: MANFAAT air, pasir, chamber, lorong, anomali magnetik yang sudah menjadi pembicaraan di masyarakat.