Tag Archive: jawa barat


Iklan

Andi Arief: Banyak pertanyaan kepada saya apakah Hipotesa adanya bangunan di bawah situs Gunung Padang sudah terbukti? Apakah Luasan situs jauh berlipat dari Candi Borobudur? Apakah Hipotesa ruangan, cawan raksasa serta anomali magnetik / teknologi yang tinggi dibeberapa zone teras juga terbukti.

Pertanyaan ini sedang ditunggu-tunggu jawabannya. kami memahami karena usia situs bawah permukaan berdasarkan uji carbon dating di Batan maupun Lab Beta Miami menunjukkan umur tua dari 600 SM, 9500 SM sampai minimal 25000 SM. Pertayaan selanjutnya di jaman peradaban manusia yang mana bangunan ini di bangun?

Saya akan menjawab pertanyaan yang pertama: Tim Terpadu Riset Mandiri menyatakan hipotesa adanya bangunan di bawah permukaan situs Gunung Padang sudah berhasil dibuktikan secara scientific, melalui coring dan eskavasi mengikuti hasil pemindaian Tim sudah merekam dan mendapatkan Hard fact arkeologisnya. Baca lebih lanjut

MAKALAH TERBUKA KEMAJUAN RISET DI GUNUNG PADANG

LAPORAN SINGKAT TIM PENELITI MANDIRI TERPADU

( 31 MARET 2013 )

SITUS GUNUNG PADANG BUKTI MAHAKARYA ARSITEKTUR PURBA DARI PERADABAN HILANG

PRA-10.000 TAHUN LALU

Disusun oleh:

Danny H. Natawidjaja (Koordinator) dan Tim Peneliti Mandiri Terpadu G.Padang

Dalam bulan Maret tahun ini Tim Peneliti Mandiri Terpadu kembali menggelar survey di Gunung Padang. Kali ini Tim melakukan melakukan penggalian arkeologi dan survey geolistrik sangat detil DI sekitar penggalian pada lereng timur bukit di luar pagar situs cagar budaya.

Tim arkeologi yang dipimpin oleh DR. Ali Akbar dari Universitas Indonesia dalam penggaliannya menemukan bukti yang mengkonfirmasi hipotesa tim bahwa di bawah tanah Gunung Padang terdapat struktur bangunan buatan manusia yang terdiri dari susunan batu kolom andesit, sama seperti struktur teras batu yang sudah tersingkap dan dijadikan situs budaya di atas bukit. Terlihat di kotak gali bahwa permukaan fitur susunan batu kolom andesit ini sekarang sudah tertimbun oleh lapisan tanah setebal setengah sampai dua meter yang bercampur dengan bongkahan pecahan batu kolom andesit (Gambar 1).

gp1

Batu-batu kolom andesit disusun dengan posisi mendekati horisontal dengan arah memanjang hampir barat-timur (sekitar 70 derajat dari utara ke timur – N 70 E), sama dengan arah susunan batu kolom di dinding timur-barat teras satu dan undak lereng terjal yang menghubungkan teras satu dengan teras dua. Dari posisi horisontal batu-batu kolom andesit dan arah lapisannya, dapat disimpulkan dengan pasti bahwa batu-batu kolom atau “columnar joints” ini bukan dalam kondisi alamiah. Batu-batu kolom yang merupakan hasil pendinginan dan pelapukan batuan lava/intrusi vulkanis di alam arah memanjang kolomnya akan tegak lurus terhadap arah lapisan atau aliran seperti banyak ditemukan dibanyak tempat di dunia. Kenampakan susunan batu-kolom yang terkuak di kotak gali memang terlihat luarbiasa rapih seperti layaknya kondisi alami saja (contoh di Gambar 3). Sehingga tidak heran apabila di penghujung tahun 2012 ada tim arkeolog lain yang bekerja terpisah dan sudah ikut menggali di sini menyimpulkan bahwa batu-batu kolom andesit di bawah tanah ini merupakan sumber batuan alamiahnya; mungkin karena mereka belum mempertimbangkan aspek geologinya dengan lengkap dan juga tidak mengetahui data struktur bawah permukaan seperti diperlihatkan oleh hasil survey geolistrik. Baca lebih lanjut

Waspada Tangkuban Perahu: Detektor Gas Beracun Dipasang.

Tangkubanperahu Waspada, Radius 1,5 Km Disterilkan.

Mensos Tinjau Perbaikan 100 Rumah Di Purwakarta.

Jawa Barat Nyatakan Siaga Darurat Kekeringan.

728 Perwira Siswa Terima Pembekalan.

Pemkab Cianjur Usulkan 10 Kawasan Cagar Budaya.

Ditengah keragu-raguan sejumlah kalangan terhadap kemungkinan bahwa Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat adalah bangunan buatan manusia yang tertimbun oleh lapisan tanah, Tim Katasropik Purba telah meneliti lebih jauh. Hasil pengeboran terhadap gunung tersebut bahkan telah berhasil menemukan bangunan dan ruang-ruang dalam piramida tersebut. Baca lebih lanjut