Danny-Hilman-Fakta yang paling jelas adalah dari catatan sejarah gempabumi dari suatu wilayah tertentu [ Natawidjaja, et al., 1995]. Prinsipnya, apabila pernah terjadi kejadian gempa besar yang merusak disuatu lokasi atau wilayah baik satu kali atau sudah beberapa kali, maka dapat dipastikan bahwa wilayah tersebut rawan terhadap gempabumi yang paling tidak berkekuatan sama dengan yang pernah terjadi.

Artinya, wilayah tersebut harus siap menghadapi kejadian gempabumi serupa atau lebih besar di masa datang karena setiap kejadian gempabumi pasti berhubungan dengan adanya patahan aktif pada atau disekitar wilayah tersebut, dan proses gempabum dengan skala magnitudo tertentu mempunyai siklus, atau akan selalu berulang dengan kisaran perioda ulang tertentu.

Kelemahan dari cara identifikasi ini adalah karena umumnya catatan sejarah itu terbatas hanya sampai 100 – 300 tahun lalu, padahal perioda ulang gempa bisa lebih dari 300 tahun, bahkan ribuan tahun. Dengan kata lain apabila tidak ada catatan sejarah tentang kejadian gempabesar di suatu wilayah tidak berarti bahwa wilayah tersebut tidak berpotensi gempabumi. Baca lebih lanjut