AATim Katastrofi Purba dan Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) sudah melaporkan hasil riset sementara mengenai ruang bawah tanah situs megalitikum Gunung Padang di Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Cianjur kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

“Ruang bawah tanah (chamber) di bawah situs Gunung Padang akan menjadi bukti pra-sejarah Nusantara yang terpenting di Dunia,” ujar inisiator TTRM, Andi Arief, menjelaskan kesimpulan laporan TTRM kepada Presiden, sesaat tadi (Rabu, 5/2).

Laporan disampaikan TTRM kepada Presiden dalam bentuk tulisan. Laporan ini merupakan rangkaian keempat laporan TTRM kepada Presiden, yakni pertama di Rumah Cikeas pada tanggal 18 Februari 2011, tanggal 6 Juni 2011 di Wisma Negara, dan terakhir 18 Mei 2013 di Istana negara. Di luar itu, TTRM sudah 12 kali menyampaikan paparan di forum ilmiah nasional maupun internasional.

Selain akan mejadi bukti sejarah, tambah Andi Arief, hasil riset sementara TTRM juga menyimpulkan bahwa ruang bawah tanah Gunung Padang menjadi saksi sejarah timbul dan tenggelamnya peradaban sejak zaman es.

“Kesimpulan sementara riset juga sekaligus pembuktian hipotesis bahwa bencana katastrofi dapat me-reset populasi dan peradaban manusia seperti halnya bencana banjir Nabi Nuh dalam Kitab-kitab suci,” demikian Andi Arief, Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana.

sumber: http://www.rmol.co/read/2014/02/05/142690/1/Laporan-TTRM-ke-Presiden,-Gunung-Padang-Bukti-Prasejarah-Nusantara-Terpenting-di-Dunia?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter