AAGUNUNG PADANG sudah menjadi pembicaraan dan perdebatan panjang baik di dalam maupun luar negeri. Sebagai sebuah “isu”, Gununung padang mampu bertahan lebih dari Tiga tahun lamanya. Pro kontra yang cukup panjang ini sangat positif karena mengandung unsur ilmu pengetahuan, sejarah, kebudayaan dan bencana.

Banyak spekulasi dan interpretasi yang berkembang menyangkut apa yang sesungguhnya ada di bawah permukaan situs Gunung Padang buah karya Agung leluhur bangsa ini. Ada yang menyebut timbunan harta karun dengan jumlah fantastis, ada yg menyebut reaktorenergi Hydro electric, teknologi berbasis frekwensi ala inventor terkena “Tesla”, ada yang mengatakan Istana Prabu Siliwangi, Istana Sulaiman (King Solomo), ada yang menduga pusat pertahanan militer purba, ada yang bahkan mengatakan itu Kapal induk raksasa, bahkan hanggar pesawat atau tempat pengsisian energi peswat luar angkasa.

Biarlah semua itu berkembang dan menunggu pembuktiannya yang mungkin tidak lama lagi. TTRM pada tanggal 1 Februari telah mengirimkan surat kepada Presiden sebagai rangkaian keempat setelah Tiga kali paparan sebelumnya, pertama kali di Rumah Cikeas pada tanggal 18 Februari 2011, kemudian tgl 6 Juni 2011 di Wisma Negara, dan terakhir 18 Mei 2013 di Istana negara. Di luar itu ada 12 kali paparan di forum ilmiah nasional maupun internasional.

Surat ke Presiden yang cukup panjang sebagai laporan akan saya kutipkan bagian akhir sebagai kesimpulan sementara riset: ” Ruang bawah tanah (Chamber) di bawah situs gunung padang akan menjadi bukti pra-sejarah Nusantara yang terpenting di Dunia, menjadi saksi sejarah timbul-tenggelamnya peradaban sejak zaman es, sekaligus pembuktian hipothesis bahwa bencana katastrofi dapat me-reset populasi dan peradaban manusia seperti halnya bencana banjir Nabi Nuh dalam Kitab-kitab suci.”