Anai Mengamuk (1892)

Dunsanak semua,

Karena jadwal yang padat maka minggu ini kegiatan penterjemahan buku Van Batavia Naar Atjeh terpaksa tertunda dulu. Namun untuk menggantinya, ambo akan menampilkan sesuatu yang tidak kalah menariknya.

Sebagaimana dimuat dalam buku tersebut diceritakan bahwa setahun setelah dibuka, rel dan jembatan kereta api yang berada di kawasan lembah Anai rusak dihantam banjir. Foto-fotonya dikatakan begitu “menakutkan bagi tiap insinyur Eropa” (untuk membacanya klik disini). Namun disebutkan juga bahwa perbaikan segera dilakukan dengan biaya 600 ribu gulden.

Nah, ambo coba membongkar arsip Tropen Museum dan menemukan foto-foto ini, yang merupakan foto kerusakan akibat banjir tersebut, dan bertanggal tahun 1892. Silakan dinilai, semenakutkan apa kejadian itu. Bahkan banjir besar di lokasi yang sama tahun lalu mungkin tidaklah sedahsyat ini, karena tidak sampai menghanyutkan jembatan Kereta Api.

(Gambar : Jalan Kereta Api terputus akibat tertimbun tanah longsor)

1

(Gambar : Jembatan Kereta Api terputus dan “terduduk” di dalam Sungai Batang Anai)

2

(Gambar : Jembatan Kereta Api bengkok dan lepas akibat dorongan banjir)

3

(Gambar : Tanah dan bantalan rel Kereta Api hanyut, tinggallah rel besi menggantung)

4

(Gambar : Rel Kereta Api terdorong dan tergeletak ke dalam sungai)

5

(Gambar : Pandangan dari sisi lain)

6

(Gambar : Rel Kereta Api dan tembok penahan tebing setelah diperbaiki. Di dalam sungai masih terlihat sisa-sisa beton dan besi lama)

7

(Gambar : Jembatan Kereta Api darurat terbuat dari kayu)

8

(Gambar : Jembatan Kereta Api darurat terbuat dari kayu)

9

sumber: http://minanglamo.blogspot.com/2011/06/anai-mengamuk-1892.html