AA7letusan Krakatau purba diberitakan dalam Kitab Raja Purwa yang dibuat pujangga Jawa dari Kesultanan Surakarta, Ronggowarsito, yang diterbitkan tahun 1869 atau 14 tahun sebelum letusan Krakatau. Terjemahan dari isinya antara lain:

Peta perkiraan kaldera purba dari Proto Krakatau “ …di tahun Saka 338 (=416 Masehi ?) sebuah bunyi menggelegar terdengar dari Gunung Batuwara yang dijawab dengan suara serupa yang datang dari Gunung Kapi (=Proto Krakatau) yang terletak di sebelah barat Banten baru…”

“Seluruh dunia terguncang hebat, dan guntur menggelegar, diikuti hujan lebat dan badai, tetapi air hujan itu bukannya mematikan ledakan api ‘Gunung Kapi’ melainkan semakin mengobarkannya, suaranya mengerikan, akhirnya ‘Gunung Kapi’ dengan suara dahsyat meledak berkeping-keping dan tenggelam ke bagian terdalam dari bumi”

“..kemudian air laut naik dan membanjiri daratan, negeri di timur Gunung Batuwara sampai Gunung Raja Basa dibanjiri oleh air laut; penduduk bagian utara negeri Sunda sampai Gunung Raja Basa tenggelam dan hanyut beserta semua harta milik mereka.”

Dari berbagai penelitian diduga bahwa letusan Gunung Kapi atau Proto Krakatau bukan di tahun 416 Masehi seperti yang diterjemahkan dari Kitab Raja Purwa tapi berkaitan erat dengan data perturbasi iklim global yang terjadi pada tahun 535 Masehi.

Gangguan iklim ini diduga kuat disebabkan oleh letusan gunung api karena ditandai oleh kenaikan drastis dari asam sulfida dari analisis sampel bor es dari Greenland dan Antartica; Dan yang menjadi kandidat kuatnya adalah Proto Krakatau yang mempunyai jejak kaldera purba dengan diameter 50 km.

Peristiwa bencana letusan katastrofi ini diduga berperan dalam runtuhnya kota-kota besar kuno di dunia dan musnahnya peradaban kuno di Persia, Arab Selatan, Nasca-Amerika Selatan, dan mungkin juga termasuk Kerajaan Kuno Pra-Kutai dan Tarumanagara di Indonesia; Apakah karena bencana katastropik inikah yang menyebabkan sejarah Indonesia yang kita kenal sekarang mulainya hanya dari tahun 600-an Masehi? (Dari Buku Plato Tidak Bohong, Atlantis ada di Indonesia karya Danny Hilman Natawidjaja )