Slide1(7)Jika benar filosofi “pusaka’ seperti Kujang, Keris dan lain-lain menggambarkan keluhuran sebuah dasar fundamental sistem peradaban, di dua tempat berbeda dengan kehati-hatian yang cukup tinggi, pemindaian mampu mengidentifikasinya.

Di gunung Padang, selain chamber, cawan dan dinding-dinding, Tadi di depan Pangdam Siliwangi Pak Danny Hilman Natawidjaja yang selama dua tahun lebih lakukan survey bawah permukaan dengan berbagai teknologi modern geofisika menampilkan slide penampang geolistrik bentuk KUJANG Horizontal (sementara di salah satu tempat objek riset ada indikasi keris vertikal, namun masih butuh waktu untuk memastikannya).

Sejak lama KUJANG, KERIS, BADIK dianggap senjata untuk kekerasan bahkan diceritakan kisah perebutan “raja” lewat tikam menikam keris. Di Relief Giza, bentuk Keris dan Kujang berhasil diidentifikasi oleh periset dari Inggris. Namun kesimpulannya adalah semacam metalurgi purba sebelum relief Giza ada.

Slide2(14)Sangat menarik, itu jadi petunjuk metalurgi sudah ada sejak lama. Bagaimana bentuk kujang dan keris yang ada dalam penampang geolistrik? Inilah salah satu rahasia ilmu pengetahuan yang kita harapkan terungkap. Mengapa disebut pusaka. Mengapa pula selama ini jatuh pada pengetahuan pseudos cience.

Mengikuti riset ini, saya sudah memiliki kesimpulan bahwa revolusi ilmu pengetahuan akan terjadi. Termasuk perubahan budaya, sosial ekonomi. PEMILU 2014 penting, kita wajib sukseskan. TAPI, melihat melihat hasil riset Gunung Padang LEBIH berpeluang membuat INDONESIA BERUBAH.

Catatan :
Pak DR Danny Hilman Natawidjaja dan tim memindai ini dan menganalisa selama 2 tahun, dan dikonfirmasi dengan Pak DR Bagus Endar dan tim, sudah dianalisa dalam filologi oleh Pak DR Undang A. Darsa dan sedang dalam penelitian intensip jika ini melambangkan satu bentuk perlambang arsitektur oleh Pak Pon S. Purajatnika.

(Erick Rizky)