sindo_qanda_1370846019_smallSetelah disadari adanya keterbatasan sumber-sumber sejarah dan ilmu pengetahuan, Ilmuwan eropa dihadapkan pada posisi tak ada pilihan untuk melirik kitab suci sebagai referensi perantara temukan putusnya rantai sejarah Melengkapi sumber resmi, inerpretasi. relief dan translasi kitab kuno lainnya.

Agama di negara kita dan kawasan-kawasan sekitar menempatkan kitab suci berada di tempat yang “bersih dan keramat” dari debat dan dipisahkan dengan ilmu pengetahuan modern bahkan kitab suci bisa jadi sumber konflik antar dan inter keyakinan sehingga fungsinya terbatas pada identitas ketimbang petunjuk sejarah dan ilmu pengetahuan. Al Qur’an hampir setiap rumah memilkinya, setiap murid SD sudah wajib dikenalkan, tetapi imbalan pahala dan dosa serta berbagai ancaman dalam berrbagai surat dan ayat lebih banyak dikenalkan atau dindonesiakan sebagai doktrin.

Ibadah atas pilihan surat dan ayat. Karena itu, sebagian besar surat dan ayat yang tidak menjadi pilihan karena dianggap tak ada konteksnya dg ibadah kadang mendapatkan perlakuan bagian dari kitab suci yang tak dibutuhkan.

Kisah perjuangan Para Nabi dan Rosul, terciptanya alam semesta beserta isinya, inovasi dan teknologi, bencana dan gejolak alam besar, diteima tanpa banyak sikap kitis karena dianggap semua cerita itu milik sebuah kebudayaan yang berbeda tempat. Sebagian kecil saja yang menjadi petunjuk, selebihnya ya hanya dianggap kisah-kisah biasa.

Kitab Suci akhinya diterima dan diimajinasikan sebagai mana kita mendapatkan dogma sejarah 200 tahun terakhir ini paling hebat peradabannya, jauh sebelum itu keterbelakangan dan primitif. Kapal Nuh dianggap kapal tadisional, Ibahim hidup di kampung penuh domba dan batu-batu, Nabi daud dan Sulaiman dianggap kerajaan besa ditopang keajaiban dan sihir. Bukan hebat bangun peradabannya, tapi mukjizatnya diibaratkan sihir. Kitab suci akhinya menjadi keyakinan yang darwinisme.

Di Eropa dan sebagian negara Sepeti mesir, posisi Bible dan Al Qur’an sudah muncul terbuka sebagai sumber pengetahuan dan sejarah yaitu dalam Bible Archeology dan Qur’anic Archeology. Bdang ilmu lainnya juga demikian walau masih malu karena dekat dengan tuduhan Pseudo science, ghoib dll. .

Kajian serius Prof Aryo Santos bahkan temukan atlantis benua yang hilang dg sumber penting dikutip dari bible. Hanya saja meski menunjuk tempat yang sama di mana “eden”. Oppenheimer meriset dengan pendekatan DNA tak ikutan menyebut atlantis dengan alasan takut dikucllkan komunitas science.

Hieroglif mesir menjadi sumber penting filosof seperti Plato bicara adanya kehidupan sebelum sumeria yg jauh lebih maju yaitu atlantis dan yunani purba juga disebutnya. Bahkan bangsa Ad yg terkenal arsitektural megalitikum yang ada di Qur’an, ternyata sudah menjadi bahan tulisan filosof Aristoteles, fliny dkk.

Kisah Atlantis, Kapal Nuh dan banjir global, Kerajaan Sulaiman, Kerajaan Daud, Kerajaan Saba termasuk juga bangsa Ad dan Tsamud selama ini sudah menjadi “kerja arkeologi dan geolog bawah tanah” Eropa Dipelopori Inggris, Jerman, Israel dll.

Francis Bacon dan beberapa ilmuwan sosial lainnya menjadi “die hard” kubu yg percaya kejayaan atlantis itu memang pernah ada. Tapi meski demikian sebelum Raffles eksploasi ke jawa dan Sumatera terutama setelah temukan Borobudur dan sisa kota dan Kerajaan di Bukit tinggi tampaknya Eropa terutama Inggris betul-betul mengakui kesalahan mengutus colombus ke Amerika.

Anehnya, kisah kerajaan Majapahit dan kedigdayaan Sriwjaya seperti tak dikenal. Mencari liteaturnya sesulit temukan bukti kerajaannya. Bebeda dengan gambaran Majapahit yg dipelajari dlm sejarah kita. Bahkan nasib Sriwijaya yang juga dicatat dalam sejarah kita luar biasa diabad 7 hilang lama dan diemukan kembali awal abad 20 oleh sejarawan Prancis.

Ilmuwan terkenal Inggris, dari Isaac Newton sampai Hawking sudah lama mencari istana Sulaiman (Solomon Temple) bahkan berpatokan pada bible acheology muncul rekonstruksinya tentang Istana Sulaiman versi Isaac Newton. Baik Bible dan Al Qur’an sama-sama sebut istana itu sangat luar biasa tak ada duanya arsitektur, konstruksi sipil dan teknologinya. Akeolog Eropa inggris, Jerman dan Israel terus tak putus asa mencari dengan bebagai teknologi dan kajiannya yang serius.

Tak perlu kaget jika arkeolog Israel mengklaim temukan Istana Nabi Daud ayahnya Sulaiman. Istana Sulaiman dan Istana Daud memang tidak disebut dalam kitab suci pernah musnah karena disebabkan perang dan bencana. Diperkirakan Istana Sulaiman yang sangat canggih itu masih belum tersentuh Namun agar tak ada lagi istana seperti itu sepennggalannya, diduga kuat teknollogi canggih juga yang membuat sampai hari ini istana legendaris itu belum bisa ditemukan sama nasibnya dengan legendarisnya kapal Nuh yang juga diyakini kapal aslinya belum ditemukan.

Adalah Fahmi Basa yang lewat kajian maematika (dan intepretasi ayat2 alquran) menyebut Boobudur sebagai Istana Sulaiman. Cukup serius buku yang dibuat Fahmi Basa. Menurut para arkeolog, pemugaran Borobudur kurang lebih mencapai 90 persen dari keseluruhan bangunan. Bisa dibayangkan butuh waktu buktikan hipotesa Fahmi basa. Namun sebagai sebuah karya, buku itu inspiring.

Geolog Danny Hilman menulis buku tentang atlantis lewat riset kebencanaan yang dihubungkan dengan apa yang dikemukakan Plato soal Atlantis. Danny Hlman memastikan Plato bicaa atlantis itu ada sumber resminya dan bukan fiktif. Letak atlantis, letak pusat kotanya , letak monumen sucinya dan proses kehancuran atlantis berhasil dijelaskan dan dibuktikan dengan pendekatan geologi.

Konsep tenggelamnya atlantis antara yang dikemukakan Danny Hilman dan Santos berbeda meski segmennya berdekatan. Kalau Santos akibat letusan Vulkaniik, sementaa Danny Hilman menyebut megathrust di segmen seismic gap selat sunda saat ini yang hasilkan Tsunami besar selama hampir 5 jam yang berhasil dilakukan permodelannya oleh periset Tsunami DR,Gegar. Tsunami mangaduk2 pulau jawa sampai ke Pacitan. Jakarta sendiri dihantam Tsunami 5 meter.

Meski Oppenheimer menolak sebut atlanis lebih memilih sundaland, namun ada kesamaan hipotesa dengan Danny Hilman bahwa sebelum tenggelamnya atlantis jauh sudah ada kehidupan beradab dan bertuhan dari manusia Homo Sapiens. Sulit diterima akal sehat homo sapiens yang ada kisaan 150 ribu tahun sampai 200 ribu tahun lalu baru berkembang 10 tahun terakhir, Oppenheimer menyebut 60 Ribu tahun yang lalu sdh ada sistem petanian yang maju, nutrisi di era itu miliki syarat hasilkan peradaban tinggi.

Kontroversi atlantis hanya soal waktu saja saat satu bukti bisa jelas dilihat dengan mata telanjang, namun istana Sulaiman, Kapal Nuh? Wallahu alam

Merangkum sejarah tidak mudah. Tapi bukan tidak mungkin. Berbagai temuan bangunan-banguanan disejumlah benua yang berumur tua, serta munculnya cara pandang sejarah tidak linier dalam interpretaskan surat dan ayat terutama kisah-kisah nabi dan Rosul maupuin kisah peradaban yang diceritakan musnah karena bencana.

Namun, bencana tak membuat semua punah dan bukti bangunannya bahkan di kisahkan masih ada.. Di Afrika dan Cartagena serta sumbawa dll ada bukti konstruksi geologi tambang purba. Piramida ditemukan betebaran di beberapa negara ameika, bebeapa di eropa, di china. Terakhir di china dan Turki serta Bosnia. Selain mesir, memang tak ada keterbukaan informasi soal temuan Piamida. Mungkin hanya soal waktu.

Di luar Istana Sulaiman, dan kapal Nuh, ada yang jarang dibicarakan ketika membahas Nuh. Sesaat Nuh selamat dan turun dari kapal, Nuh langsung bersujud dan membangun pondasi yang besar sebagai bentuk rasa sukur pada pencipta. Di Qur’an disebut sepeti monumen agar mampu memberikan pelajaran.

RIset Gunung Padang masuki lapisan 3 dan 4 yang merupakan inti dari semua hipotesa riset ini yang hampir 2,5 tahun ini. Metodologi dilakukan dengan standar kualitas riset yang ideal. Hampir semua periset jam terbang tinggi dan rata-rata sudah penah ada karya buku, tulisan di jurnal internasional masing-masing bidangnya. Kita harus memberi support pada para periset kita dengan cara kita masing-masing.

Tiga tempat termasuk Gunung Sadahurip dan Bukit Dago Pakar potensi terbukti risetnya sangat kuat. Karena hasil pemindaiannya tidak terlalu berbeda. Pra riset di Ratu Boko, Liyangan, Towulan, Sulteng, Suliki, Masjid Candi. Aceh, Batu Jaya Karawang memiliki indikasi kuat ada tumpuk menumpuk peradaban yg mirip.

Dari semua temuan ini mudah2an Istimewa buat sejarah, kebudayaan, dan kesejahteraan.

Tapi jangan lupakan riset ini salah satu TUJUAN POKOKNYA adalah membuktikan peristiwa katastrofi global. jika terbukti tak ada jalan kita memilih jalan yang ditempuh Nabi Nuh. Karena dia yang terbukti selamat. Bagaimana Nabi nuh selamat ini juga masih jadi debat yang belum tuntas. Tetapi, Kita ingin Spirit Nuh memilih mitigasi harus menjadi kebudayaan.

Katastrofi Global bukan hanya banjir Nuh. Letusan Toba super vulcanoi 70 ribu tahun yang lalu amat dahsyat dan hampir memusnahkan homo sapiens. di luar itu katastropi lokal seperti Aceh 2004 baik gempa, tsunami, gunung api dll sudah sering terjadi, baik yang tercatat maupun yang masih sedang diteliti.

(AA: 23 Juli 2013 pukul 7:13)