Benarkah Fase Darat Mulai Menggeliat? Apakah akan mempengaruhi segmen yang berdekatan?

sindo_qanda_1370846019_smallBerikut Pendapat Irwan Meilano (IM) GREAT ITB, Andang Bachtiar (ADB) Tim Katastrofi Purba, Wahyu Triyoso (WT) Tim Katastrofi Purba dan Rovicky Dwi Putrohari (RDP) Ketua Umum Ikatan Ahli geologi.

1. Dari thn 1980 sampai 2004 ada 12 gempa dengan mag diatas 5 di sesar sumatera segmen aceh (satu gempa per 2thn). Sesudah gempa 2004 sampai hari ini ada 35 gempa dangkal dgn mag diatas 5 di sesar sumatra-aceh. Stress akibat gempa 2004 meningkatkan aktivitas kegempaan di sesar sumatra segmen aceh. (IM)

2. Pra 2004 : 12 gempa dlm 24th : 1 gempa tiap 2 th; paska 2004 : 35 gempa dlm 8th : 4,5 gempa tiap 2th, berarti peningkatan aktifitas 4x lebih aktif ketimbang dulu. Apakah itu berarti (perlu diwaspadai) kondisi stress-strain di onshore Aceh jadi lebih besar 4x? Implikasinya pada kerentanan pada gerakan tanah, percepatan batuan dasar, revisi kode bangunan, dan mungkin juga safety pada pemboran2 dalam. (u/eksplorasi migas dan mineral) (ADB)

3. Fakta lain yg menarik dari gempa kemarin yaitu lokasi dari gempa utama serta sebaran gempa susulan yg menyimpang 15-20 km dari lokasi sesar sumatra. Bisa menggambarkan, 1) kualitas estimasi lokasi yg kurang baik (tapi semua institusi melaporkan hal sama gfz, bmkg, usgs, harvard cmt), 2. Lokasi gempa kemarin memang bukan di bidang utama dari sesar sumatra, tetapi pada pencabangan (splay) (IM)

4. Bahwa setiap segmen yg bedekatan akan saling mempengaruhi atau memicu itu sudah dapat dipastikan karena setiap kali terjadi gempa akan merubah sistem stress disekitarnya. Semakin banyak riset “mengikuti” pergerakan segment2 ini akan berguna dalam mengenali “perilaku” kegempaannya. Misal, dengan diketahuinya titik maksimum stress yg dapat ditahan setiap segmen bisa diperkirakan. Sehingga diharapkan membantu dalam prediksi kegempaannya. Patahan sumatra yg dulu dikenal dg sesar semangko ini diperkirakan Danny Hilman berusia 4-2 juta tahun. Termasuk patahan muda yg hiperaktif dg panjang 1900Km. Sangat rawan menyebabkan kerusakan maupun longsoran karena ‘nature’ gempanya dangkal. Patahan ini memanjang memotong bukit barisan yg berlereng curam, rawan longsor. (RDP)

5. Setelah gempa tsunami Aceh, ada perubahan stress static. Secara prinsip releasing stress oleh rebounding menchanism, akan menyebablan ‘friction drop’ disesar sumatra. Fenomena ini sepertinya yg lebih mentrigger produksi gempa lebih subur karena threshold level strian untuk release levelnya turun. Ditambah loading stress static ada yg increase ada yg decreases. Agak beruntung event terjadi di splay yg boleh jadi releasenya ada kecenderungan ter-partisi. Klo disesar utama boleh jadi korbannya akan lebih besar. Ada yang perlu kita waspadai, klo kita plotting event yang disekitar sesar sumatra, proses ‘friction drop’ sepertinya di guide oleh rebounding phenomenon, sehingga ada tendensi stress release sesar sumatra disumatra utara cenderung berseri kearah selatan boleh jadi sampai mendekati sumatra barat.(WT)

6. Pembelajaran yg harus kita ambil dari gempa di aceh kemarin yaitu:

1. Perlunya penelitian detail terkait sumber gempa.
2. Pembuatan peta kajian risiko yg memenuhi kaidah ilmiah.
3. Perlunya aturan yg tegas dgn berbasikan kajian ilmiah tersebut.
4. Penyebarluasan informasi dan edukasi pada masyarakat. (IM)

a

b

c

(AA: 4 Juli 2013 pukul 22:54)