SoekarnoKisah Soekarno sudah banyak diungkap pada saat Ia dirikan dan pimpin PNI dengan Islam, Marxisme dan Nasionalis sebagai manifestonya, pada masa pendudukan jepang yang memaksa menjadi kolabirator Jepang, menjadi Presiden berdasarkan UUD 1945 beberapa bulan dan hampir menjadi Presiden Boneka dengan UUDS 1950 sampai 1965, kemudian Soekarno menggebrak dengan UUD 1945 yang diberlakukan kembali 1959 sampai Ia turun tahun 1966 dan wafat 1970.

Daniel Dakhidae memotret info penting di masa pembuangan Ende yg besok di kota itu Wapres kunjungi peringati. 1 Juni. Sebelum dibuang ke ende. Soekarno, pernah mengalami satu fase demoralisasi politik yang parah setelah di penjara sukamiskin. Kaum Pergerakan gempar dan merasa Soekarno mencemari perjuangan.

Keputusan Soekarno melalui empat surat yang diumumkan untuk menyatakan mundur dari politik dan menyatakan penyesalan atas aktifitas politiknya. Ada yang menganggap surat itu rekayasa, namun Hatta percaya dan memvonis karir politik Soekarno habis, bukan karena kekejaman pemerintahan hindia Belanda, bukan pula karena pengaruh ibu inggit, namun karena iman perjuangan Soekarno yang luntur dan Hatta menulis itu di “daulat rakyat”.

Kaum Nasionalis mendapat tamparan keras, bagaimana mungkin gelegar Soekarno yang sesumbar beri aku 100 sampai seribu orang tua dan aku akan pindahkan Tangkuban prahu.. dan berikan aku 100 sampai 1000 orang muda dan seluruh dunia akan gemetar, tiba-tiba menyatakan bendera putih menyerah dan mengakui salah. Namun Ende adalah keajaiban.

Ende yang awalnya tempat pembuangan, justru menjadi tempat pemulihan. Di Ende itu Soekarno yang divonis habis masa depan politiknya justru menjadi panti rehab politik. Disamping itu tertolong oleh pilihan jepang pada Soekarno faktor hidupnya politik Proklamator politik itu. Mengapa Soekarno jadi pilhan Jepang? Sejumlah cerita ideologi dan mistik di saat pembuangan Soekarno di Ende serta 13 tulisan lainnya tentang Soekarno dapat dibaca di PRISMA edisi khusus 2013.

sumber : FB Andi Arief