Gunung Padang  1 Juni 2013Yudi Latif: “Soekarno dihadapan majelis Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 1 Juni 1945 mengatakan bahwa semangat utama lima sila dasar negara adalah gotong royong,”

Ucapan Soekarno sebagaimana dikutip dari Yudi pada pidato itu berbunyi, “Jikalau saya peras lima…..menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan `gotong royong`. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong”.

Seharian saya menerung ditengah semakin tidak populernya kata Pancasila dan Gotong Royong dalam perbuatan, serta semakin seringnya dua kata ini dieksploitasi untuk kepentingan retorika politik praktis.

Saya kemudian disadarkan, ketika membaca bahwa 1 Juni 2013, Situs Gunung Padang akan di ekskavasi (lagi) oleh sejumlah Ilmuwan Indonesia, tanpa APBN, tanpa dibayar, tanpa lelah, yang bertahun-tahun melakukan Gotong Royong untuk kepentingan INDONESIA. Melakukan satu penelitian bersama-sama yang menemukan kembali Mahakarya Peradaban Dunia dibawah lapisan tanah di sekitar Situs Megalith Gunung Padang.

Saya mengenal hampir semua Ilmuwan yang terlibat dalam nama “Tim Terpadu Riset Mandiri,” dan para intelektual dan masyarakat yang mendukungnya. Mereka awalnya tidak saling mengenal, berbeda institusi juga berbeda kepakaran, kesamaan mereka hanya satu: Mereka INDONESIA. Dan mereka berhasil berkerja, bersama, Gotong Royong! dan mempersembahkan hasilnya untuk segenap bangsa Indonesia.

Gunung Padang, engkaulah monumen kesaktian PANCASILA sesungguhnya, disana kutemukan lagi Gotong Royong, disana kutemukan lagi INDONESIA yang kucintai.

sumber : FB Andi Arief