Archive for Juni, 2013


DR Danny HilmanSalah satu pokok pangkal kontroversi perdebatan Gunung Padang adalah tentang memahami fenomena columnar joints. Para juru pelihara (jupel) situs sangat akrab dengan istilah ini dan kerap dengan semangat menerangkan fenomena ini kepada para pengunjung, saking semangatnya sering keseleo lidah menyebutnya sebagai ‘COLORNA IJO” sehingga sekarang sering menjadi gurauan diantara mereka.

Fenomena columnar joints atau tubuh batuan yang mempunyai struktur berupa pilar-pilar/kolom-kolom batu tersusun rapih ini sudah lama dikenal dalam geologi. Struktur kolom ini terbentuk dari proses pendinginan tubuh lava (leleran cairan magma yang timbul di permukaan tanah) atau “sill”/”dykes” (terobosan cairan magma dari bawah) pada kondisi temperatur-tekanan-lingkungan yang sesuai. Baca lebih lanjut

4

Pertama, tama Mohon beribu maaf rencana eskavasi terpaksa kami tunda. Mungkin semua sudah tak sabar menunggu mahakarya leluhur kita, bahkan dunia pun menantikannya. Setiap upaya tulus pasti ada hambatannya. Itu sudah biasa. Tapi, cukup mengejutkan, di lapangan Niat mulia kami secara tidak disangka di sabotase oleh dua oknum yang selama ini menghalangi dan juga terlibat dalam pembuatan petisi. Mereka adalah Lutfi Yondri dan Prof Munarjito.

Kami kaget, padahal sehari sebelumnya rapat tim terpadu di depan sebagian arkeolog petisiwan dan dirjen kebudayaan atas instruksi Mendikbud terjadi saling pengertian dan setuju ditindak lanjuti. Tim Eskavasi untuk hindari segala sesuatu kemarin malam kita pulangkan, Karena sejak siang tim mencium keanehan adanya seorang yang tidak pernah kami kenal, belakangan rupanya dia PPNS Drs Zakaria sangat aktif bertanya dan membuat statemen dengan memvonis di saat eskavasi sama sekali belum dilakukan. Baca lebih lanjut

Soekarno 1Saat dibuang di Ende, Soekarno tidak lagi mampu bertatap muka dengan ribuan orang untuk membkar semanat seperti saat dia di Jawa. Sebagai seorang seniman, Soekarno memilih jalan membuat kumpulan-kumpulan kecil kebudayaan. salah satu yang dibentuknya adalah kelompok tonel, semacam teater kecil rakyat, namanya tonel kelimoetoe club.

Salah satu pementasan yang terbaik saat menampilkan kisah Mr. Sjaitan yang mengadopsi dari cerita dokter Frakenstein. cerita singkatnya ada mayat yang harus dihidupkan kembali oleh suatu tim kedokteran yang bekerja dilaboratorium yang dihubungkan dengan sepasang kabel dengan tinggi tiangnya 40 meter.

Mayat itu akan dihidupkan dengan tenaga elektrik. Singkat kata hiduplah manusia Robot itu yang kemudian dinamaksn ROBOR. ROBOR memeiliki energi elektrik yang tak mampu dilawan kekuatannya. ROBOR merusak apa saja yang ditemuintya, rumah, pohon bahkan manusia. Para dokter kewalahan dan akhirnya ROBOR ditangkap dan disuntik hingga melemah kekuatannya.

Saat akan dikubur hidup-hidup ROBOR sudah tak ada di tempat, ia keluar dari lubang di belakang rumah. Oleh Soekarno, ROBOR itu diibaratkan Indonesia yang akan muncul jika kabel ysng tersambung setinggi 40 meter itu mampu menangkap strom dari alam. Gejala alam yang mampu menghidupkan ROBOR adalah Apabila datang hujan deras, angin ribut , topan serta guntur dan kilat sambung menyambung, bahkan halilintarpun ingin membelah bumi .

ROBOR atau Indonesia itu menurut Soekarno akan bangun dan hidup serta tidak akan bisa dipegang apalagi dihancurkan. Oleh Daniel Dhakidae ditafsirkan momentum hidupnya ROBOR adalah saat kemerdekaan. Dihubungkan kehancuran Hiroshima dan nagasaki dan sebagainya.

Namun hingga kini Indonesia memang hidup, namun kekuatan elektriknya tidak sedahsyat maksud soekarno. Mungkin ada ROBOR sejati yang diimpikan itu. Namun gelegar alam, petir, gunur, yang membelah alam sebagai metafor momentum belum kunjung datang. Butuh kesabaran menanti kehadiran ROBOR. Meski para dokternya sering diganggu dedemit.

sumber : FB Andi Arief

Gunung Padang  1 Juni 2013Yudi Latif: “Soekarno dihadapan majelis Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia 1 Juni 1945 mengatakan bahwa semangat utama lima sila dasar negara adalah gotong royong,”

Ucapan Soekarno sebagaimana dikutip dari Yudi pada pidato itu berbunyi, “Jikalau saya peras lima…..menjadi satu, maka dapatlah saya satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu perkataan `gotong royong`. Negara Indonesia yang kita dirikan haruslah negara gotong royong”. Baca lebih lanjut

SoekarnoMenurut Daniel Dhakidae dia mencatat setidaknya ada 4 mitos tentang Soekarno, tiga mitos saat Ia dibuang ke Ende, dan satu di saat pendudukan Jepang. Mitos orang pintar dari jawa meski informasi itu dari mulut ke mulut kuat menancap di masyarakat Ende.

Mitos pertama saat di ende adalah Soekarno selalu ditemani seekor burung elang yang datang saat Ia tiba di pemandian umum dan pergi saat Soekarno kembali ke rumah. Mitos itu berkembang setelah kepala desa yang selalu mengikuti Soekarno melihat dengan jelas seekor burung rajawali besar yang selalu datang saat Soekarno datang dan bertengger di atas batu. Mitos ini dipercayai sebagai representasi perlindungan ilahi dan lambang keberanian. Uniknya, Soekarno sendiri mengatakan “Aku menjadi seekor burung elang yang telah dipotong sayapnya ketika berada di ende. Soekarno seorang yang rasional memang sering gunakan idiom atau metafor irasional. Baca lebih lanjut

SoekarnoKisah Soekarno sudah banyak diungkap pada saat Ia dirikan dan pimpin PNI dengan Islam, Marxisme dan Nasionalis sebagai manifestonya, pada masa pendudukan jepang yang memaksa menjadi kolabirator Jepang, menjadi Presiden berdasarkan UUD 1945 beberapa bulan dan hampir menjadi Presiden Boneka dengan UUDS 1950 sampai 1965, kemudian Soekarno menggebrak dengan UUD 1945 yang diberlakukan kembali 1959 sampai Ia turun tahun 1966 dan wafat 1970.

Daniel Dakhidae memotret info penting di masa pembuangan Ende yg besok di kota itu Wapres kunjungi peringati. 1 Juni. Sebelum dibuang ke ende. Soekarno, pernah mengalami satu fase demoralisasi politik yang parah setelah di penjara sukamiskin. Kaum Pergerakan gempar dan merasa Soekarno mencemari perjuangan. Baca lebih lanjut