Proses ekskavasi atau penggalian situs Gunung Padang di Cianjur sudah berlangsung sejak Selasa, (15/5/2012). Di dasar situs itu diduga terdapat warisan teknologi anti kegempaan.

Penggalian ini bertujuan untuk membuka banyak hal yang tidak terungkap di permukaan.
“Penggalian itu bukan untuk mencari piramida. Namun, di dalamnya diduga ada banyak hal yang belum terungkap di permukaan,” papar salah satu anggota tim ekskavasi, Hokky Situngkir.

Sekelompok tim yang berada di bawah pimpinan Ali Akbar saat ini masih berusaha mengungkap struktur apa yang ada di dasar situs megalitikum Gunung Panjang. Struktur ini diindikasikan merupakan teknologi tinggi dalam hal anti kegempaan.

“Karena ia berada di dekat dengan sesar gempa Cimandiri. Artinya dia memiliki teknologi yang tinggi untuk tetap berdiri. Itu yang perlu digali, teknologi seperti apa yang mereka gunakan”, jelas Hokky.

Analis sistem kompleks masyarakat purba ini menjelaskan bahwa situs Gunung Purba berada di dekat sesar gempa Cimandiri. Sesar Cimandiri ini merupakan rekahan aktif yang membentang di wilayah Sukabumi Selatan. Itu artinya, situs beserta struktur yang tertanam di bawahnya memiliki teknologi yang tinggi sehingga bisa bertahan.

“Teknologi seperti apa yang mereka gunakan, itu yang perlu digali”, tambahnya.

Selain teknologi anti kegempaan, penggalian ini juga bertujuan untuk melihat apakah ada ruangan di bawah situs Gunung Padang. Jika ditemukan ada ruangan, berarti akan ditemukan pula artefak.

“Penemuan artefak ini juga akan membantu kita untuk mengetahui peradaban jaman dulu”, lanjut Hokky.

Penggalian benda-benda peninggalan bukan sekedar kegiatan observasi semata. Namun juga harus dilihat sebagai usaha pencarian jati diri bangsa ini. Ini mengapa proses ekskavasi ini dinilai Hokky sebagai hal yang penting untuk dilakukan.

“Ini penting, karena kita perlu mengetahui siapa diri kita”, kata Hokky.

sumber: http://news.detik.com/read/2012/05/19/073116/1919769/10/menggali-warisan-teknologi-di-dasar-situs-gunung-panjang?nd992203605