* Tinggi : 2597 mdpl.
* Letak : Ada empat kecamatan yang warganya bermukim di kaki gunung itu, yakni Kecamatan Lembah Gumanti, Danau Kembar, Gunung Talang, dan Lembang Jaya.

* Karakteristik : gunung api aktif, ditutupi hutan hujan tropis, pada ketinggian diatas 2500 mdpl merupakan cadas, trek pendakian tidak begitu terjal.

* Jalur Pendakian : Bukit Sileh, Titik start : desa Bukit Sileh (1225 mdpl),

* Transportasi : Univ Andalas -Terminal Bingkuang (Rp. 2.000,-), Terminal Bingkuang-Solok (Rp. 6.000,-) bus jurusan Padang-Solok (turun di Terminal Solok) PO. Terang, Mansiro dan sebagainya, Solok-Bukit Sileh (Rp. 3.000).

* Potensi : Kawah aktif 4 buah, bunga Edelweis, Panorama gunung Merapi, Singgalang, Talamau, Pasaman, Tandikat, Kerinci, Danau Singkarak, Danau Talang, Danau Diatas dan Danau Dibawah.

* Titik Koordinat
– telaga talang; 8690,9153
– puncak talang; 8712,9175
– cadas talang; 8742,9207
– vegetasi talang; 8765,9218
– shelter pos 3; 8818,9239
– pintu rimba; 8861,9306
– air panas; 8923,9344

Status Gunung Talang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, hari ini, Senin, 17/8, ditingkatkan dari waspada (level II) menjadi siaga (level III), pasca gempa yang terjadi kemarin sore.

Menurut Gubernur Sumatera Barat, Gamawan Fauzi, peningkatan status tersebut hari ini mulai pukul 10.00 WIB.

Ia meminta agar warga yang tinggal di sekitar gunung berapai tersebut untuk waspada. Keadaan tersebut masih dalam kategori dan tidak perlu dilakukan pengungsian, kecuali dalam status Siaga I.

“Gunung tersebut masih kita terus pantau kegiatannya, setiap detik dan setiap harinya,” ujar Gamawan.

Soal kesiapan tim medis sendiri, menurutnya, Puskesmas yang ada di sana belum diperintahkan untuk bersiaga terhadap peningkatan status gunung tersebut. Namun, akan disiagakan jika status gunung tersebut ditingkatkan lagi.

Menurut keterangan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, mengenai aktivitas Gunung Talang adalah:

Kegempaan tanggal 15 Agustus 2009, tercatat 4 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA) dengan amplituda maksimum 4 – 8 mm, S-P 0.5 – 1 detik, dan lama gempa 7 – 10 detik. 1 kali Gempa Low Frekuensi (LF) dengan amplituda maksimum 3 mm dan lama gempa 55 detik. 4 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ) dengan amplituda maksimum 6 – 24 mm, S-P 7.5 – 31 detik, dan lama gempa 40 – 252 detik. 1 kali Gempa Tektonik Lokal (TL) dengan amplituda maksimum 6 mm, S-P 4 detik, dan lama gempa 17.5 detik.

Kegempaan tanggal 16 Agustus 2009 pukul 14.30 WIB sampai dengan 17 Agustus 2009 pukul 06.00 WIB, tercatat 917 kali Gempa Vulkanik Dalam (VA). 30 kali Gempa Vulkanik Dangkal (VB). Gempa Tremor menerus. 150 kali Gempa Tektonik Jauh (TJ). 42 kali Gempa Tektonik Lokal (TL). 21 kali Gempa Terasa. Gempa Tremor menerus.

Sejak tanggal 15 Agustus 2009 hingga tanggal 17 Agustus 2009 pukul 06.00 WIB pengamatan visual G. Talang mencatat cuaca mendung / berawan, angin tenang, gunung tertutup kabut, dan suhu udara 18-22o C.

Berdasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan, pengamatan kegempaan G. Talang menunjukkan bahwa Gempabumi Vulkanik-Dalam (VA) dan Gempa Tremor meningkat secara signifikan sejak terjadinya Gempabumi Terasa tanggal 16 Agustus 2009.

Berdasarkan data kegempaan, visual, dan analisis data tersebut; maka terhitung tanggal 17 Agustus 2009 pukul 10:00 WIB, status kegiatan G. Talang dinaikan dari “Waspada” (Level II) menjadi “Siaga” (Level III).

Sehubungan dengan peningkatan status tersebut maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan meningkatkan pemantauan dan menugaskan Tim Tanggap Darurat guna melakukan evaluasi kegiatan Gunungapi Talang.

Pemantauan secara intensif terus dilakukan guna mengevaluasi tingkat kegiatan G. Talang. Apabila aktivitas G. Talang kembali meningkat/menurun, maka status Gunungapi Talang dapat dinaikan/diturunkan kembali.

Pusat Vulkanologi juga memberikan rekomendasi kepada masyarakat sekitar gunung:

1. Masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan mendaki dan mendekati dalam radius 3 (tiga) kilometer dari kawah aktif G. Talang mengingat kawah sebagai pusat letusan dan gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan bagi kehidupan

2. Masyarakat hendaknya mewaspadai aliran lahar dari material letusan G. Talang tahun 2005 di Sungai Batang Ampuan, Sungai Anau Kadok yang berlokasi di kecamatan G. Talang serta sungai – sungai yang berhulu di puncak G. Talang

3. Diharapkan masyarakat yang bermukim di sekitar G. Talang untuk tetap tenang, selalu menjaga komunikasi untuk koordinasi serta mengikuti dan mentaati semua ketentuan yang ditetapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Barat dan Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) setempat serta Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi dan atau melalui Pos Pengamatan G.Talang di Desa Batu Bajanjang, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok.

Gunung Talang adalah gunung api bertipe strato dengan ketinggian 2.597mpdl. Secara geografis berada pada posisi 0,58 Lintang Selatan dan 100, 40 derajat bujur timur, tepatnya di Kecamatan Kota Anau, Kabupaten Solok, Sumbar.

sumber: http://noenkcahyana.blogspot.com/2010/11/gunung-talang-di-solok.html