Demi kemanusiaan dan pertanggungjawaban kepada ilmu pengetahuan, SKP BSB menginisiasi pembentukan Tim Katastropik Purba, yang didominasi oleh ahli geologi juga beberapa keilmuan yg lain.

Tim ini bertugas melakukan penelitian secara mendalam terhadap Bencana-Bencana besar pada masa lalu terutama pada masa purba yang berpotensi mengulang. Karena sesuai ilmu pengetahuan kebencanaan, seperti yang terjadi di Aceh pada 2004, bencana tersebut mengulang dan berpotensi memakan korban yang tidak sedikit. (fhoto aceh 1 sd 5 pembuktian siklus 600 th an tsunami aceh, tampak di bawah masjid ada candi seperti dibuktikan dalam penampang geolistrik)

Dalam perjalanan penelitian, di beberapa tempat seperti di Jawa Barat, Jawa Timur Sumatra Selatan dan lain-lain wilayah, termasuk di Kabupaten Garut, Tim Katastropik menemukan fenomena yang tidak alami dan diduga kuat “man made” (buatan manusia) terkubur dibawah tanah.

Tentu saja, apa yang ditemukan oleh Tim Katastropik adalah temuan bersama dan sesuai dengan UU No.11 Tahun 2010 tentang “Cagar Budaya” Tim Katastropik sedang dalam proses melaporkan temuan tersebut ke instansi terkait, baik kepada Pemda dan Pemerintah Pusat secara resmi.Tim Katastropik tidak ingin temuan ini menjadi polemik antar disiplin ilmu.

Penemuan struktur yang diduga kuat merupakan “man made” dan menyerupai bentuk piramida di Kabupaten Garut misalnya, merupakan temuan bersama, dan pada saatnya nanti akan diserahkan secara resmi kepada intansi terkait seperti Arkenas, dan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Bahkan Tim Katastropik telah mendiskusikan hasil temuan dengan Ditjen Sejarah dan Kepurbakalaan, Arkeolog dari Arkenas dan pakar lainya. (Fhoto Batujaya 1 sd 5 tentang kawasan batu jaya dan kemungkinan fakta letusan krakatau purba, di bawah sumur ada 2 bangunan mirip candi, dan di bawah gundukan ada bangunan juga mirip candi)

Tim katastropik purba, sendiri saat ini sedang fokus pada penelitian dan langkah-langkah mitigasi terhadap bencana-bencana katastropik yang berpotensi mengulang. Serta meniliti sumber-sumber bencana alam yang telah mengakibatkan peradaban-peradaban, termasuk bangunan-bangunan “man made” tersebut terkubur dibawah tanah. (fhoto trowulan 1 sd 2 dan coring, memperlihatkan bencana apa yg membenam 3 peradaban, hasil corong memperlihatkan ada 3 tumpuk peradaban di trowulan)

Harapan kita, mengutip pendapat Prof.DR.Zaidan Nawawi Msc, Guru Besar Sosiologi dari Forum Guru Besar Kebijakan Publik, masyarakat dan intansi kepariwisataan terkait dapat sesegera mungkin memanfaatkan hasil temuan ini, karena wisatawan memiliki banyak motif yang diantaranya “Motif Fisik, Motif Budaya, Motif Interpersonal dan Motif Status”, Demikian Iwan Sumule.(081399986777).

Aceh 1 :

Aceh 2 :

Aceh 3 :

Aceh 4 :

Aceh 5 :

Batu Jaya 1 :

Batu Jaya 2 :

Batu Jaya 3 :

Batu Jaya 4 :

Batu Jaya 5 :

Trowulan 1 :

Trowulan 2 :

Hasil Coring dan GPR :

sumber: Tim Katastropik Purba