Sebuah situs yang secara berkala menampilkan potensi Gempa di dunia: http://nextearthquake.com/ merilis informasi terkait potensi ancaman Gempa Besar yang akan melanda sepanjang pantai Barat Sumatera sampai Bali sampai dengan kekuatan 7 Skala Ritcher.

Situs yang diasuh oleh DR.RJ Roberts Ph.D, Entomology dari Universitas Illinois dan Principal Research Scientist in CSIRO Australia kali ini merilis proyeksi potensi skala Gempa yang cukup mengkhawatirkan dibeberapa wilayah di Indonesia.

1. Sumatra
Northern Region
within ≈500 km of Medan, Northern Sumatra
Lat 3.6 Lon 98.67
M4.5-M6.5
expected about Dec 20 +/-3 days
(posted 2345 hours 7th Dec)

2. Sumatra
Southern Region
within ≈350 km of Bengkulu Utara, Southern Sumatra, centered at Lat -2.67 and Lon 101.34 (revised region on 18th April, at 1205 hrs) M5.0-M7.0
expected about
Dec 20 +/-3 days
(posted 2345 hours 7th Dec)

3. Sunda Strait Southern Sumatra to Java Region
includes very southern Sumatra & Western Java,
within ≈450 km from
a center in Sunda Strait
at Lat -5.869 Lon 105.762 M4.3-M6.3
expected about Dec 20 +/-3 days
(posted 2345 hours 7th Dec)

Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana Alam Andi Arief, melaui Asistenya Cand Doktor Basroni, ketika diminta komentarnya menyataakan “Masyarakat dihimbau tidak perlu panik. Apa yang dirilis oleh DR RJ Robert Ph.D bukan hal baru, walaupun informasinya menjadi penting karena ada perkiraan waktu terjadinya”. Basroni mengatakan walau sampai saat ini, belum ada teknologi yang dapat memprediksi waktu akan terjadinya gempa secara tepat, tapi kita tetap harus selalu waspada terhadap potensi bencana alam termasuk gempa, karena itu adalah semangat dari mitigasi menghadapi bencana alam terkait wilayah Indonesia yang memang merupakan zona rawan Bencana.

Seperti diketahui bahwa selain mentawai, selat sunda, selatan jawa sampai Bali adalah daerah2 yg berpotensi megathrust karena memasuki siklusnya. Geotek LIPI seperti kita ketahui juga memiliki pemantauan GPS di puluhan titik di pantai barat sumatera. BMKG juga sudah keluarkan warning untuk Selatan Jawa, juga BNPB. Bahkan dua bulan lalu BMKG menjadi host drilling Tsunami sepanjang samudera hindia. PVMBG juga sedang hadapi kesiap siagaan terhadap naiknya atifitas lebih 20 gunung api di Indonesia yg juga berhub erat dg aktifitas tektonik.

“Peningkatan kewaspadaan adalah faktor penting. Pemda dan BPBD seperti yg dicontohkan Pusdalops BPBD sumbar selalu meningkatkan kewaspadaan patut diapresiasi.” Jadi, Gempa dan Tsunami bukan untuk ditakuti, tapi untuk dihadapi dengan Teknologi termasuk dengan Budaya Mitigasi, tutup Basroni.
..dikirim dari #Tanah Air Indonesia